Personal Blog and IT Content, Updates & Tutorial Sharing Web Blog.

Benny Setiadi

My Personnal Blog

Jumat, 23 Maret 2012

Dampak Perdagangan Bebas di Asia terhadap lulusan Sarjana Ilmu komputer dan TI

Perdagangan Bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.

Sejarah dari perdagangan bebas internasional adalah sejarah perdagangan internasional memfokuskan dalam pengembangan dari pasar terbuka. Diketahui bahwa bermacam kebudayaan yang makmur sepanjang sejarah yang bertransaksi dalam perdagangan. Berdasarkan hal ini, secara teoritis rasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan bebas akan menjadi menguntungkan ke negara berkembang sepanjang waktu. Teori ini berkembang dalam rasa moderennya dari kebudayaan komersil di Inggris, dan lebih luas lagi Eropa, sepanjang lima abad yang lalu.

Menurut pendapat saya, dampak yang datang dari perdagangan bebas di Asia tergantung dari aspek lulusan sarjana ilmu komputer tersebut. Apabila lulusan sarjana ilmu komputer memiliki kompetensi yang bagus di bidangnya maka lulusan tersebut tidak akan merasakan dampak negatif, bahkan akan memanfaatkan situasi dari perdagangan bebas. Contohnya, apabila perusahaan asing memasuki pasar Indonesia, pastinya akan dibuka cabang perusahaan dan tentunya akan diperlukan tenaga kerja yang kompeten. Lulusan kompeten dapat memanfaatkan kesempatan-kesempatan seperti demikian. Sebaliknya untuk lulusan yang tidak kompeten, maka perdagangan bebas hanya akan menambah daya saing sehingga akan tersingkirkan apabila tidak mampu bertahan.

Sumber Referensi : http://www.id.wikipedia.com

Share:

Perbedaan Karangan Ilmiah, Non Ilmiah, Semi Ilmiah

Perbedaan antara :

1. Karangan Ilmiah

2. Karangan Non Ilmiah

3. Karangan Semi Ilmiah

Karangan adalah dimana seseorang menuliskan sesuatu pemikiran atau gagasannya untuk dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Tujuan dari penulisan karangan diantaranya memberikan pemikiran, penjelasan, memberikan penilaian, memberikan saran dan juga membuktikan suatu hipotesa yang pernah dilakukan. Jenis karangan dibedakan menjadi 3 yaitu karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan semi ilmiah. Berikut adalah pembahasan mengenai perbedaan dari karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan karangan semi ilmiah :

1. Karangan Ilmiah

adalah sebuah karangan biasanya mengenai ilmu pengetahuan dengan menuliskan fakta dan penelitian dengan menggunakan metode penulisan baku yang baik dan benar.

macam-macam karya ilmiah : makalah, penulisan ilmiah, skripsi, tesis.

2. Karangan Non Ilmiah

adalah karangan fiksi dimana di dalam tulisan merupakan kisah rekaan, namun tetap dengan penulisan yang baku, baik dan benar.

3. Karangan Semi Ilmiah

Karangan yang menggabungkan fakta dan juga fiksi dalam tulisan dan juga penulisannya tidak perlu sepenuhnya menggunakan penulisan baku.

macam-macam karangan semi ilmiah : komik, cerpen, novel.

Share:

Jumat, 02 Maret 2012

Penalaran : Induksi dan Deduksi

Penalaran

Penalaran adalah cara atau pola pikiran seseorang dalam menarik hasil kesimpulan tentang pendapat dan pernyataan yang diterima sebelum mengemukakan kepada orang lain.

Ada dua macam pola penalaran, yaitu:

1. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan universal ke singular atau individual.

Deduktif dari kata ‘de’ dan ‘ducere’, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum. Jadi, deduksi adalah pola penyimpulan pikiran dari hal yang umum ke hal yang khusus. Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

Contoh penalaran deduktif :

Semua Dosen pasti pernah kuliah (premis mayor)

Kakak adalah Dosen. (premis minor)

Dosen pasti pernah kuliah. (kesimpulan / implikasi)

Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)

Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses berpikir dalam menarik kesimpulan berupa hal yang umum berdasarkan atas fakta-fakta ke kesimpulan yang bersifat khusus.

Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.

Contoh Penalaran Induksi :

Premis 1 : Mahasiswa Sistem Informasi mendapat mata kuliah softskill

Premis 2 : Mahasiswa Sistem Komputer mendapat mata kuliah softskill

Premis 3 : Mahasiswa Teknik Informatika mendapat mata kuliah softskill

Premis 4 : Mahasiswa Psikologi mendapat mata kuliah softskill

Konklusi : Setiap Mahasiswa mendapat mata kuliah softskill

Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.

Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Sumber Referensi :

http://www.id.wikipedia.org

Share:

Siapa Saya?

Siapa Saya?

Nama saya Benny, nama lengkap Benny Setiadi. Lahir di Kota Pangkalpinang yang saat itu masih termasuk provinsi Sumatera Selatan, tetapi sekarang dikenal dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang sendiri adalah ibukota provinsinya. Tanggal lahir 26 Juli 1991, alamat rumah saya di kampung halaman di Jalan Murai no. 54 Pangkalpinang.

Tempat tinggal saya sekarang di Kota Depok, Jawa Barat dikarenakan melanjutkan pendidikan ke jenjang Kuliah, sebelumnya saya bersekolah di Bangka dari TK sampai tingkat SMA. Di Depok saya tinggal dengan Bibi, adik dari Ibu, kebetulan rumahnya berdekatan dengan kampus saya, hanya sekitar 3 km.

Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini saya tidak lagi tinggal bersama keluarga saya karena melanjutkan pendidikan ke luar pulau. Ayah saya, Hamzah Bing, 45 tahun, pekerjaan sebagai pedagang dan Ibu saya, Lay Suwanti, umur 39 tahun sebagai ibu rumah tangga. Saudara laki – laki saya, Herry Setiadi, 16 tahun, masih duduk di bangku SMA.

Untuk Riwayat Pendidikan dari jenjang TK sampai jenjang SMA saya tempuh di Bangka, dan untuk jenjang kuliah barulah saya melanjutkan ke luar pulau, tepatnya di Pulau Jawa bagian barat kota Depok. Yang menjadi pilihan saya, dan dengan memikirkan beberapa aspek lagi, pilihan saya jatuhkan pada Universitas Gunadarma, untuk biaya dan juga kualitas. Dan juga ada kerabat, yaitu Bibi saya yang membuat saya dengan yakin akan pilihan yang saya buat.

Untuk pelajaran, saya rasa kelebihan saya ada pada logika dan bahasa inggris, dan kekurangan saya tidak menyukai pelajaran bertipe hafalan, maka dari itu pilihan jurusan kuliah saya adalah Ilmu Komputer, karena sedikit mata kuliah bertipe hafalan, sebaliknya banyak yang bertipe logika dan juga sesuai dengan minat dan hobi saya.

Untuk jurusan Komputer di Gunadarma sendiri terdapat 3 jurusan yang berbeda, yaitu Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknik Informatika bagi jenjang S1. Minat saya awalnya jatuh pada Sistem Komputer, kedua pada jurusan Teknik Informatika, namun pada saat pendaftaran, latar pendidikan saya tidak memadai untuk mengambil kedua jurusan tersebut karena SMK saya berbasis pada Manajemen.

Lalu jurusan yang akhirnya saya pilih adalah Sistem Informasi, dan itu pun masih dengan syarat, yaitu lulus tes dengan grade 1. Setelah menjalani tes penerimaan akhirnya pun saya dapat masuk ke jurusan tersebut. Memang berbeda dari minat saya semula, namun saya sendiri menikmati kuliah di jurusan Sistem Informasi.

Dan lagi pada semester ini saya dapat diterima menjadi Asisten Laboratorium Sistem Komputer Lanjut, meskipun dulunya saya tidak dapat masuk ke jurusan tersebut, namun akhirnya saya diberi kesempatan untuk mendalami ilmu dari jurusan tersebut dan saya puas atas hasil kerja keras saya. Demikian lah tulisan ini dapat menjelaskan tentang siapa diri saya meskipun hanya sebagian kecil tentang diri saya seluruhnya.

Share:

Minggu, 13 November 2011

Tugas Softskill 2 Bahasa Indonesia

1. a. Jelaskan perbedaan topik, tema dan judul!
b. Jelaskan ciri - ciri ketiga hal tersebut!

Jawab :
a. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas.

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.

b. Ciri ciri Topik :
1. Topic harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca
2. Mencakup keseluruhan isi cerita

Ciri ciri Tema :
1.Dalam novel dan cerpen, tema biasanya dapat dilihat melalui persoalan yang dikemukakan.
2. Tema juga dapat dilihat melalui cara-cara watak itu bertentangan satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan.

Ciri ciri Judul :
1. Relevan dengan tema cerita tersebut, atau ada keterkaitan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Biasanya judul harus provokatif dengan menarik si pembaca dan menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi cerita tersebut.
3. Judul terdiri dari lima kata dan diusahakan tidak boleh lebih.


2. a. Bagaimana langkah - langkah membuat outline!
b. sebut dan jelaskan macam - macam outline!

Jawab :
a. Cara terbaik untuk membuat outline, adalah dengan sistematika berikut ini,
Judul Tulisan
I. Bab I
a. Keterangan Bab I
b. Keterangan Bab I
II. Bab II
a. Keterangan Bab II
b. Keterangan Bab II
III. Bab III
a. Keterangan Bab III
b. Keterangan Bab III
IV. Bab IV
a. Keterangan Bab IV
b. Keterangan Bab IV
V. Bab V, dst

b. Outline Berpola Alamiah : Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit – unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam.

Outline Berpola Logis :
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang inheren dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis .

3. Bagaimana cara pembatasan topik!
Jawab :
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:

- Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
- Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
- Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
- Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
Dengan demikian dilakukan secara berulang sampai diperoleh sebuah topik yang sangat khusus dan cukup sempit.

4. a. Sebutkan dan jelaskan unsur - unsur alinea!
b. jelaskan ciri - ciri kalimat utama dan kalimat penjelas!
c. Sebutkan dan jelaskan macam - macam alinea!

Jawab :

a. Unsur - unsur paragraf :
1. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
2. Kalimat utama atau pikiran utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu dapat dikembangkan ke dalam kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun diawal dan diakhir paragraf.
3. Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utma. Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke dalam beberapa kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.
4. Judul (kepala karangan).
Syarat suatu judul:
a. Provokatif (menarik)
b. Berbentuk frase
c. Relevan (sesuai dengan isi)
d. Logis
e. Spesifik

b. Ciri-ciri kalimat utama:

- Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraph.

- Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
* Sebagai kesimpulan….
* Yang penting….
* Jadi, …..
* Dengan demikian…

- Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.

Ciri-ciri kalimat penjelas:
- Berisi penjelasan seperti:

* Contoh-contoh
* Rincian
* Keterangan
* Dll.

- Kalimat penjelas biasanya memerlukan kalimat penghubung.
- Selalu menghubungkan kalimat-kalimat dalam paragraph.

c. Macam - macam alinea :
1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.

2. Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.

3. Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.


Share:

disable copas

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Hi, My name is Benny Setiadi. Welcome to my blog, I'm sharing lots of content here related with my interest, Technology updates, Programming, Android and Augmented Reality. Hope my blog could be useful and have benefits for everyone. Please enjoy :).